Cerpen Cinta Romantis - Best Date Ever 3: Next Steps To Be Popular (Part One, Vol. 1) by Aji
“Sayang, kamu mau bawa aku kemana sih?”
“Tunggu, tunggu ya. Nanti kamu pasti tahu kok.”
“Ih.. Kamu bikin aku penasaran.”
“Namanya juga kejutan.”
“Kok lama sih, gelap nih.”
“Aku buka ya..”
“Wah, cantik banget. Kamu sendiri yang nyusun bunga jadi bentuk hati?”
“Jelas dong. Valentine ini aku mau ngasih kamu sesuatu yang nunjukin perasaanku ke kamu. Selalu berbunga-bunga di hati.”
“Sayang”
“Ada apa sayang?”
“Kamu tahu sebentar lagi kita kan ada ujian. Jadi aku ingin kita fokus dulu sama belajar. Mungkin kita nanti lama gak ketemu..”
“Ssstt.. Kita pasti ketemu nanti. Tapi sekarang kita memang harus giat-giatnya belajar. Ujian tinggal sebentar lagi, jadi gak usah mikirin aku dulu. Fokus belajar aja sayang.”
“Kamu memang paling ngertiin aku. Aku makin cinta deh sama kamu.”
“Tapi cintamu belum bisa mengalahkan cintaku padamu.”
Surya dan Fanny sudah terhitung 3 bulan berpacaran. Makin hari mereka nampak makin mesra. Surya yang sangat menyayangi Fanny selalu memberikan support dan semangat, namun tidak pernah menggangu aktivitas belajar Fanny. Mungkin memang Surya adalah laki-laki yang tepat bagi Fanny, bisa membuat dirinya semakin semangat dalam belajar. Dengan berpacaran, Surya juga tidak pernah melupakan waktu untuk belajar. Memang pasangan yang sangat cocok dan ideal, karena saling mengerti dan saling melengkapi.
Namun berlanjut dari cerita sebelumnya, bahwa kisah cinta Surya belum benar-benar berakhir, membawa Surya pada pilihan sulit. Kisah cintanya kali ini akan dipenuhi oleh hal-hal baru seperti dunia politik, sejarah, ilmu pengetahuan, pertempuran, dan masih banyak lagi. Kekagumannya pada seorang gadis menimbulkan benih cinta yang baru. Akankah benih cinta ini tumbuh layaknya benih pertama, atau bahkan mampu mengungguli tumbuhnya benih pertama, atau mungkin benih baru menghilangkan benih yang lama? Siapa yang akan Surya pilih, pacarnya atau gadis yang dikaguminya?
“You must take the next step on your popularity.” nasihat David
“Aku seperti pernah mendengarnya dalam sebuah film..” pikir Surya
“Oh tentu tidak. Kata-kata itu baru terlintas dipikiranku.” elak David
“Kamu sadar tidak, walau beberapa bulan tapi kita sudah banyak berubah dari segi perkataan dan sikap.” kata Surya
“Mungkin kamu benar. Kita sudah jarang menggunakan kata-kata yang biasa kita sebut, bahkan julukan-julukan kita sudah mulai kita lupakan.” tambah David
“Kembali ke perkataanmu tadi, apa maksudnya?” tanya Surya balik
“Aku tahu rahasiamu yang tidak Fanny ketahui.” jawab David membuat Surya tersentak
“Hah? Rahasia? Rahasia apa?” tanya Surya kebingungan
“Aku tahu idolamu satu-satunya di dunia ini.” jelas David
“Itu.., dari mana kamu tahu? Aku bahkan tidak pernah mengatakannya sekalipun kepada siapapun.” Surya semakin kebingungan
“Dari diary-mu yang tertinggal waktu kita berbicara di taman kemarin.” jawab David
“Oke aku ketahuan. Lalu apa yang kamu mau? Memberitahu Fanny lalu dia memutuskanku dan kamu bisa balikan dengan dia, hah?” tanya Surya mulai emosi
“Tenang kawan. Aku tidak sejahat itu. Lagipula aku sudah move on dari dia dan aku tidak mungkin merebut pacar dari sahabat terbaikku.” kata David
“Lalu?” Surya masih tetap kesal
“Kamu tahu pacarku, Fanny. Dan aku sekarang sedang dekat juga dengan anak kuliahan namanya kak Ana. Kamu juga bisa melakukan seperti yang aku lakukan.” goda David
“Aku bukan playboy seperti kamu, Playboy Sejati.” ejek Surya
“Kukira kita sudah melupakan julukan semacam itu.” David merasa tersindir
“Aku tidak akan melupakan sesuatu yang berarti bagiku.” kata Surya
“Maka dari itu, apa kamu mau melupakan idolamu untuk bersama Fanny?” tanya David kembali
“Aku tidak mau meninggalkan Fanny.” tegas Surya
“Aku tidak memintamu meninggalkannya. Aku hanya memintamu memperjuangkan kekagumanmu pada idolamu itu saja.” bantah David
“Apa itu bisa?” kata Surya ragu
“Tentu bisa. Kamu pikir mengapa aku melakukannya. Kamu hanya perlu menunjukkan sesuatu yang istimewa kepada idolamu itu. Itu akan membuatnya terkagum-kagum padamu.” tegas David
“Akan aku tunjukkan sesuatu padamu.” ajak Surya
“Kenapa kamu justru mau melihatkannya padaku? Aku bukan bagian dari LGBT.” balas David
“Sudah ikut saja.” paksa Surya
“Woow, benda macam apa itu?” David terpukau melihat sesuatu yang ditunjukkan Surya
“Aku sudah mempersiapkannya cukup lama.” jelas Surya
“Idolamu itu pasti akan menyukainya.” kata David yang masih terpukau
Surya semakin sibuk menyelesaikan proyeknya, disamping dia harus belajar untuk menghadapi ujian. Proyek yang diciptakannya melebih kemampuan berpikir dan bereksperimen seorang pemuda berusia 17 tahun. Segala sesuatunya telah dipersiapkan, sejak dia mengenal tokoh idolanya dan ingin memberikan sesuatu yang sangat berkesan di hati idolanya. Mungkin semua yang hal-hal manis dan romantis yang pernah ia berikan kepada Fanny tidak ada apa-apanya ketimbang proyeknya yang satu ini. Surya benar-benar bekerja keras siang malam, tanpa henti berusaha menyelesaikan mahakarya. Pertanyaannya apa proyek itu? Terlebih siapa idola yang akan diperlihatkan proyek itu?
“BREAKING NEWS. Beberapa pejabat di Pemerintah Kabupaten Madiun diculik oleh pihak yang belum diketahui. Sampai saat ini pihak Kepolisian RI masih mengusahakan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk menjelaskan tentang hilangnya para pejabat tersebut. Seorang teman kerja dari pejabat yang hilang tersebut mengatakan bahwa tidak ada tanda apapun yang terlihat dari temannya. Menurutnya, kejadian ini bukan masalah pribadi namun masalah yang dibuat kelompok tertentu untuk mengacaukan kota.”
“Kamu mendengar beritanya kan?” tanya seorang penelpon.
“Tentu. Aku sudah melakukan penyelidikian.” jawab orang yang sedang ditelpon
“Apa yang kamu dapatkan dari sana.” tanya sang penelpon lagi
“Bukti besar yang tidak diketahui oleh polisi. Aku menemukan sebuah tanda di lantai salah satu tempat kerja korban. Di lantai yang berwarna putih itu aku melihat warna biru dan merah secara horizontal.” jelas si orang kedua
“Tanda itu berarti apa?” tanya orang pertama penasaran
“Awalnya aku juga tidak mengerti, namun setelah aku ingat lagi warna-warna itu adalah bendera Rusia.” jawab sosok misterius yang seperti penyelidik
“Ini bukan waktunya bercanda.” ragu sosok yang tak kalah misteriusnya
“Aku kira itu hanya lukisan iseng dari anak yang mungkin dibawa korban ke kantor. Tapi aku pastikan tanda itu baru dibuat dan yang membuatku yakin bahwa penculiknya sengaja meninggalkan tanda itu adalah bahan yang dipakai untuk membuat tanda tersebut. Orang tersebut pasti memakai spiritus untuk warna biru dan darah untuk warna merah. Spiritus sendiri adalah campuran alkohol dan metanol dalam persentasi kecil namun beracun.” jelasnya
“Penyelidikanmu luar biasa. Namun dampak yang akan ditimbulkan oleh sang penculik akan lebih luar biasa dan tidak terduga. Dia bisa saja tidak hanya mengancam keamanan kota, namun juga negara. Apa kamu tahu di sisi mana ia berada, kepentingan pribadi, kelompok, atau negara?” tanyanya sekali lagi
“Aku tidak tahu, itulah yang sedang aku cari tahu.” balasnya
“Saatnya kamu meng-upgrade dirimu.” ucapnya
Keadaan kota, bahkan negara sedang terancam oleh kehadiran penjahat baru yang diperkirakan muncul dari tanah Rusia. Secara teori, Rusia tidak punya dendam tersendiri atas negara Indonesia, terlebih lagi sekarang Rusia bukan negara yang sepenuhnya menganut paham komunis. Siapakah pelaku dibalik semua ini?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar